Search This Blog

RameRame. Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Cara Membuat Voucher Hotspot di Mikhmon Server

 Mikhmon adalah aplikasi berbasis web untuk mempermudah pengelolaan hotspot MikroTik, tanpa menggunakan radius server. Penjelasan lengkap te...

Showing posts with label ilmu. Show all posts
Showing posts with label ilmu. Show all posts

Tradisi Sekaten Sebagai Syiar Agama Islam

- No comments

Tradisi Sekaten Sebagai Syiar Agama Islam

Abstract : Tradisi sekaten merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan selama tujuh hari di keraton Yogyakarta dan Solo untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sekaten Sekaten berasal dari istilah Bahasa arab “Syahadataini” yang berarti 2 kalimat syahadat. Grebek Mauludan sebagai puncak acara sekaten dilaksanakan pada tgl 12 Rabiulawal. Sekaten dipelopori oleh para wali songo dengan tujuan syiar agama islam di tanah jawa dengan menggunkan jalur kebudayaan.

Tradisi Sekaten adalah tradisi tahunana yang dilaksanan selama 7 hari, tradisi dari dua Keraton dari Kerajaan Mataram, Ngayogyakarto Hadiningrat (Yogyakarta) dan Surakarta Hadiningrat (Solo). Tradisi ini diadakan dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Asal Usul Istilah Sekaten
Terdapat beragam pendapat yang berkaitan dengan penamaan Tradisi Sekaten. Pendapat yang populer adalah Sekaten berasal dari istilah bahasa arab “Syahadataini“. Istilah tersebut mewakili Dua Kalimat Syahadat dalam Islam.
Dua kalimat yang dimaksud adalah syarat wajib bagi seseorang yang hendak memeluk Agama Islam. Kalimat ini memiliki pengertian “aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah“.

Selain itu ada juga pendapat yang mengatakan asal-usul istilah Sekaten berasal dari istilah-istilah lain, sebagai berikut:
·         Sahutain dengan pengertian menghentikan atau menghindari perkara dua, yakni sifat lacur dan menyeleweng.
·         Sakhatain yang berarti menghilangkan perkara dua, yaitu watak hewan dan sifat setan, karena watak tersebut sumber kerusakan;
·         Sakhotain bermakna menanamkan perkara dua, yaitu selalu memelihara budi suci atau budi luhur dan selalu menghambakan diri pada Tuhan;
·         Sekati berarti setimbang, orang hidup harus bisa menimbang atau menilai hal-hal yang baik dan buruk;
·         Sekat berarti batas, orang hidup harus membatasi diri untuk tidak berbuat jahat serta tahu batas-batas kebaikan dan kejahatan.(K.R.T. Haji Handipaningrat : 3).

Pelaksanaan Tradisi Sekaten
Dalam pelaksanaan Sekaten, baik yang ada di Yogyakarta maupun Surakarta selalu tidak bisa dilepaskan dari perangkat Gamelan milik kedua keraton tersebut. Di keraton Yogya, gamelan Sekaten terdiri dari dua perangkat, yakni gamelan Kyai Nogowilogo dan Kyai Guntur Madu. Sementara itu, di Keraton Surakarta terdapat dua perangkat gamelan yakni Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari.
Dalam tradisi Keraton Jogja, biasanya sejak sebulan sebelum Upacara Sekaten diadakan Pasar Malam Perayaan Sekaten. Kita juga bisa mendapati dua tradisi yang ikut meramaikan Upacara Sekaten yakni Tumplak Wajik dan Tradisi Grebeg. Tumplak Wajib adalah upacara pembuatan wajik (makanan khas yang terbuat dari beras ketan dengan gula kelapa). Ini merupakan awal dari pembuatan pareden yang digunakan dalam upacara Garebeg.

Adapun Tradisi Grebeg Muludan adalah puncak peringatan Sekaten yang dimulai sejak jam 08.00 pagi tanggal 12 Rabiul Awal, bertepatan dengan Kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Sejarah Tradisi Sekaten
Seperti diketahui bahwa Kebudayaan Jawa sebagian besar merupakan hasil akulturasi, tidak terkecuali dengan Tradisi Sekaten. Terdapat Folklor yang berkembang dimasyarakat bahwa Upacara Sekaten adalah salah satu warisan nilai budaya yang dilaksanakan turun-temurun oleh nenek moyang. Di zaman dahulu upacara serupa diselenggarakan tiap tahun oleh raja-raja di Tanah Hindu, berwujud selamatan atau sesaji untuk arwah para leluhur.



Tradisi Sekaten Sebagai Budaya Islam
Agama Islam mulai berkembang ditanah jawa pada kisaran abad ke-14 dengan dipelopori oleh para wali yang diketahui berjumlah sembilan (Walisongo). Untuk mengetahui kemajuan perkembangan Agama Islam di Tanah Jawa, diselenggarakanlah pertemuan tahunan di Kota Demak. Pertemuan itu biasa berlangsung selama satu minggu di bulan Rabiul Awal. Sebagai penutup pertemuan tersebut biasanya diadakan keramaian besar untuk merayakan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulud Nabi). Selanjutnya, berdasarkan kesepakatan hasil Musyawarah digelarlah kegiatan syiar Islam secara terus-menerus selama 7 hari menjelang hari kelahiran Nabi Muhammad S.A.W.
Diketahui melalui saran Sunan Kalijaga, peringatan Maulud Nabi tersebut dalam pelaksanaannya akan disesuaikan dengan tradisi dan budaya Jawa. Agar kegiatan tersebut menarik perhatian rakyat, dibunyikanlah dua perangkat gamelan buah karya Sunan Giri membawakan gending-gending ciptaan para wali, terutama Sunan Kalijaga. Setelah mengikuti kegiatan tersebut, masyarakat yang ingin memeluk agama Islam dituntun untuk mengucapkan dua kalimat syahadat (syahadatain). Dari kata Syahadatain itulah kemudian muncul istilah Sekaten sebagai akibat perubahan pengucapan. Sekaten terus berkembang dan diadakan secara rutin tiap tahun seiring berkembangnya Kerajaan Demak menjadi Kerajaan Islam. Demikian pula pada saat bergesernya Kerajaan Islam ke Mataram.

Faktor yang mempengaruhi program pemasaran bisnis

- No comments



A. Lingkungan mikro perusahaan
Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu:
a.  Perusahaan

Yaitu struktur organisasi perusahaan itu sendiri. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh bagian manajemen pemasaran harus memperhitungkan kelompok lain di perusahaan dalam merumuskan rencana pemasarannya, seperti manajemen puncak, keuangan perusahaan, penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, dan akuntansi serta sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan, karena manajer pemasaran juga harus bekerja sama dengan para staff di bidang lainnya.


b.  Pemasok (Supplier)
Para pemasok adalah perusahaan-perusahaan dan individu yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa tertentu. Kadang kala perusahaan juga harus memperoleh tenaga kerja, peralatan, bahan bakar, listrik dan faktor-faktor lain dari pemasok. Perkembangan dalam lingkungan pemasok dapat memberi pengaruh yang arnat berarti terhadap pelaksanaan pemasaran suatu perusahaan. Manajer pemasaran perlu mengamati kecenderungan harga dari masukan-masukan terpenting bagi kegiatan produksi perusahaan mereka. Kekurangan sumber-sumber bahan mentah, pemogokan tenaga kerja, dan berbagai kcjadian lainnya yang berhubungan dengan pemasok dapat mengganggu strategi pemasaran yang dilakukan dan dijalankan perusahaan.
c.  Para Perantara Pemasaran
Para perantara pemasaran adalah perusahaan-perusahaan yang membantu perusahaan dalam promosi, penjualan dan distribusi barang/jasa kepada para konsumen akhir. Para perantara pemasaran ini meliputi :
    Perantara, adalah perusahaan atau individu yang membantu perusahaan untuk menemukan konsumen. Mereka terbagi dua macam, yaitu agen perantara seperti agen, pialang dan perwakilan produsen yang mencari dan menemukan para pelanggan dan/atau mengadakan perjanjian dengan pihak lain, tetapi tidak memiliki barang atau jasa itu sendiri.
    Perusahaan Distribusi Fisik, perusahaan seperti ini membantu perusahaan dalam penyimpanan dan pemindahan produk dari tempat asalnya ketempat-tempat yang dituju.
    Para Agen Jasa Pemasaran, seperti perusahaan atau lembaga penelitian pemasaran, agen periklanan, perusahaan media, dan perusahaan konsultan pemasaran,kesemuanya membantu perusahaan dalam rangka mengarahkan dan mempromosikan produknya ke pasar yang tepat.
    Perantara Keuangan, seperti bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dan perusahaan lain yang membantu dalam segi keuangan.
d.  Para Pelanggan
Yaitu pasar sasaran suatu perusahaan yang menjadi konsumen atas barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan apakah individu-individu, Iembaga-lembaga, organisasi-organisasi, dan sebagainya.
e.  Para Pesaing
Dalam usahanya melayani kelompok pasar pelanggan, perusahaan tidaklah sendiri. Usaha suatu perusahaan untuk membangun sebuah sistem pemasaran yang efisien guna melayani pasar gelati disaingi oleh perusahaan lain. Sistem pemasaran dan strategi yang diterapkan perusahaan dikelilingi dan dipengaruhi oleh sekelompok pesaing. Para pesaing ini perlu diidentifikasi dan dimonitor segala gerakan dan tindakannya didalam pasar.
f.   Masyarakat Umum
Sebuah perusahaan juga harus memperhatikan sejumlah besar lapisan masyarakat yang tentu saja besar atau kecil menaruh perhatian terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan, apakah mereka menerima atau menolak metode-metode dari perusahaan dalam menjalankan usahanya, karena kegiatan perusahaan pasti mempengaruhi minat kelompok lain, kelompok-kelompok inilah yang menjadi masyarakai umum. Masyarakat umum dapat memperlancar atau sebaliknya dapat sebagai penghambat kemampuan perusahaan untuk mencapai sasarannya.


B. Lingkungan Makro
Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro dalam perusahaan, yaitu:
a.    Lingkungan Demografis/Kependudukan
Lingkungan demografis/kependudukan menunjukkan keadaan dan permasalahan mengenai penduduk, seperti distribusi penduduk secara geografis, tingkat kepadatannya, kecenderungan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, distribusi usia, kelahiran, perkawinan, ras, suku bangsa dan struktur keagamaan. Ternyata hal diatas dapat mempengaruhi strategi pemasaran suatu perusahaan dalam memasarkan produknya karena publiklah yang membentuk suatu pasar
b.    Lingkungan Ekonomi.
Lingkungan ekonomi menunjukkan sistem ekonomi yang diterapkan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan ekonomi, penurunan dalam pertumbuhan pendapatan nyata, tekanan inflasi yang berkelanjutan, perubahan pada pola belanja konsumen, dan sebagainya yang berkenaan dengan perkonomian.
c.    Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik menunjukkan kelangkaan bahan mentah tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan, peningkatan biaya energi, peningkatan angka pencemaran, dan peningkatan angka campur tangan pemerintah dalam pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber daya alam
d.    Lingkungan Teknologi
Lingkungan teknologi rnenunjukkan peningkatan kecepatan pertumbuhan teknologi, kesempatan pembaharuan yang tak terbatas, biaya penelitian dan pengembangan, yang tinggi, perhatian yang lebih besar tertuju kepada penyempurnaan bagian kecil produk daripada penemuan yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang berkenaan dengan perubahan teknologi.
e.    Lingkungan sosial/budaya
Lingkungan ini menunjukkan keadaan suatu kelompok masyarakat mengenai aturan kehidupan, norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, pandangan masyarakat dan lain sebagainya yang merumuskan hubungan antar sesama dengan masyarakat lainnya serta lingkungan sekitarnya.


Bahasa Indonesia Keilmuan

- No comments
A. Definisi Bahasa Indonesia Keilmuan 

Di dalam penggunaan bahasa dalam bidang ilmu pengetahuan mempunyai sifat pemakaian yang sangat khas, spesifik, sehingga dapat dibilang bahwa bahasa dalam bidang ilmu pengetahuan mempunyai ragam bahasa tersendiri yang bisa dikatakan berbeda dengan ragam-ragam bahasa yang lain. Sifat-sifat tersebut ada yang umum sebagai bahasa ilmiah di keilmuan, dan ada yang bersifat khusus berhubungan dengan pemakaian kosakata, istilah, serta bentuk-bentuk gramatika. 
Keilmuan sifat bahasa ragam ilmiah yang bersifat umum berhubungan dengan fungsi bahasa sebagai alat untuk menyampaikan informasi ilmiah pada peristiwa komunikasi yang terjadi antara penulis dan pembaca. Informasi yang disampaikan tentu dengan bahasa yang jelas, benar, efektif, sesuai, bebas dari sifat samar-samar, dan tidak bersifat ambigu. Hal ini penting sekali diperhatikan oleh penulis agar informasi ilmiah yang didapat dapat disampaikan dan dipahami secara jelas, objektif, dan logis, sehingga dapat tercapai kesamaan pemahaman, persepsi, dan pandangan terhadap konsep-konsep keilmuan yang dimaksud oleh penulis dan pembaca. 
Seperti halnya bahasa lain pada umumnya, bahasa Indonesia dalam penulisan karya tulis ilmiah juga mempunyai karakteristik. Karakteristik bahasa Indonesia dalam konsep ini dibagi menjadi beberapa macam, bahasa Indonesia keilmuan meliputi : 
1. Bentukan Kata 
Bentukan kata yang harus digunakan adalah kata standar yang tunduk pada kaidah tata bahasa Indonesia yang berlaku. Menurut Arifin (2010: 33) menjelaskan bahwa ada dua cara pembentukan kata yaitu dari dalam dan dari luar bahasa indonesia. Dari dalam bahasa indonesia berbentuk kosakata baru dengan dasar kata yang sudah ada, sedangkan dari luar berbentuk kata baru melalui unsur serapan. 


Kata pungut atau serapan adalah kata yang diambil dari kata-kata asing. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan kita terhadap nama dan penamaan benda atau situasi tertentu yang belum dimiliki bahasa indonesia. 
Menurut Arifin (2010: 34) kata pungut itu ada yang dipungut tanpa diubah tetapi ada juga yang diubah. Kata-kata pungut yang sudah disesuaikan dengan bahasa indonesia disebut bentuk serapan. 

2. Bentukan kalimat 
Penulisan kalimat sangat penting untuk memperhatikan keefektifan kalimat tersebut. Keefektifan kalimat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi penulis dan pembaca. Dari sisi penulis, kalimat dapat dikatakan efektif jika mampu membawa gagasan yang ingin disampaikan penulis secara tepat dan akurat. Dan dari sisi pembaca, kalimat dikatakan efektif jika tafsiran pesan yang dibaca sama dengan apa yang dimaksudkan dengan penulis. 
Menurut Arifin (2010: 66) kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud tulisan tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik , tanda tanya, dan tanda seru. Jika dilihat dari dalam bahasa indonesia ada dua macam, yaitu 
a. kalimat-kalimat yang berpredikat kata kerja.  
b. Kalimat-kalimat yang berpredikat bukan kata kerja. 

3. Diksi Keilmuan 
Setiap kata memiliki makna tertentu untuk membuat gagasan yang ada dalam benak seseorang. Bahkan makna kata bisa saja “diubah” saat digunakan dalam kalimat yang berbeda. 
Menurut Sri Pamungkas (2012:71) Diksi keilmuan adalah pilihan kata yang dipergunakan dalam sebuah karya ilmiah hendaknya memenuhi kaidah bahasa indonesia yang disempurnakan. Teknis penyajian yang dimaksud adalah bagaimana seorang penulis memilih kata yang tepat memiliki makna denotasi, tidak membuat ambigu makna dan pola logis. 
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diksi berarti "pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan)”. Dari pernyataan itu dapat disimpulkan, bahwa diksi adalah pemilihan kata dan atau gaya ekspresi seseorang, artinya setiap orang memiliki pemilihan kata, cara dan gaya dalam menyapaikan kata yang mereka ucapkan, tentu saja hal ini dapat mempengaruhi tata bahasa orang tersebut, termasuk saat seseorang membuat tulisan pada blog. 

4. Paragraf Keilmuan 
Paragraf dalam penulisan karya ilmiah memiliki ciri hampir sama dengan paragraf pada umumnya, Yang membedakan adalah keketatan dalam pengembangan gagasan dan penyusunan kalimatnya. Gagasan dalam paragraf keilmuan dituntut pengembangannya secara utuh, dan lengkap. Paragraf keilmuan terbagi menjadi beberapa macam yaitu, Deskripsi, eksposisi, argumentasi, narasi, persuasi. 

a. Deskripsi adalah Karangan yang berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut. Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti: Menggambarkan atau melukiskan sesuatu. Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri. 

Pola pengembangan paragraf deskripsi: 
1. Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat. 
2. Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis. 
3. Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya. 

b. Eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. 


Ciri-ciri paragraf eksposisi: 
1. Memaparkan definisi (pengertian). 
2. Memaparkan langkah-langkah, metode, atau cara melaksanakan suatu kegiatan. 
Menurut Aceng (2005:31) ciri-ciri karangan eksposisi antara lain: 
1. Penjelasan bersifat informatif. 
2. Pembahasan masalahnya bersifat objektif. 
3. Penjelasannya disertakan dengan bukti-bukti yang konkret. 
4. Pembahasanya bersifat logis atau sesuai dengan penalaran. 

c. Argumentasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta (benar-benar terjadi). 
Menurut Widyamartaya (1992:9-10), Argumentasi bertujuan menyampaikan gagasan berupa data, bukti hasil penalaran, dan sebagainya dengan maksud untuk meyakinkan pembaca tentang kebenaran pendirian atau kesimpulan pengarang atau untuk memperoleh kesepakatan pembaca tentang maksud pengarang. Tema yang tepat untuk paragraf Argumentasi : Disiplin kunci sukses belajar.

Ciri-ciri karangan argumentasi: 
Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar atau grafik, dan lain-lain. Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian. Penutup berisi kesimpulan. 

d. Narasi adalah dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konflik. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis. Menurut Keraf (2000:136), ciri karangan narasi yaitu: Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan. Dirangkai dalam urutan waktu. 

Ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut: 
1. Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis. 
2. Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya. 
3. Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik. 
4. Memiliki nilai estetika. 
5. Menekankan susunan secara kronologis 

e. Persuasi adalah suatu bentuk karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Agar tujuannya dapat tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta yang ada dalam kehidupan nyata yang di alami manusia.
f. Ciri Kewacanaan 
Dalam hal ini kesatuan kalimat sangat perlu diperhatikan kesatuan kalimat. Untuk menjadikan suatu paragraf memiliki makna maka harus disusun kalimat yang salingberkaitan satu sama lain.






B. Ciri-ciri Ragam Bahasa Keilmuan

Pada saat kita berbahasa, baik lisan maupun tulis, kita selalu memperhatikan faktor-faktor yang menentukan bentuk-bentuk bahasa yang kita gunakan. Pada saat menulis, misalnya kita selalu memperhatikan siapa pembaca tulisan kita , apa yang kita tulis, apa tujuan tulisan itu, dan di media apa kita menulis. Hal yang perlu mendapat perhatian tersebut merupakan faktor penentu dalam berkomunikasi. Faktor-faktor penentu berkomunikasi meliputi : partisipan, topik, latar, tujuan, dan saluran (lisan atau tulis). Bahasa Indonesia Ilmiah adalah ragam Bahasa Indonesia yang digunakan untuk kegiatan ilmiah oleh kelompok masyarakat terpelajar. 
Kegiatan ilmiah biasanya bersifat resmi. Ragam Bahasa Indonesia yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ragam Bahasa Indonesia baku. Bahasa Indonesia ilmiah adalah ragam Bahasa Indonesia baku yang digunakan untuk kegiatan ilmiah oleh kelompok masyarakat terpelajar. 
Meski sama-sama baku, tetapi ada perbedaan dalam penggunaan Bahasa Indonesia baku untuk kegiatan kenegaraan dan untuk kegiatan ilmiah. Dalam kegiatan ilmiah, penggunaan Bahasa Indonesia yang baku harus sesuai dengan sifat keilmuan yang meliputi: benar, logis cermat dan sistematis. 
Menurut Alek (2011: 166) menjelaskan bahwa karangan ilmiah adalah karya tulis yang memaparkan pendapat, gagasan, tanggapan, atau hasil penelitian yang berhubungan dengan kegiatan keilmuan. 
Menurut Alek (2011: 169) pada dasarnya metode ilmiah menggunakan dua pendekatan yaitu: 
1. Pendekatan rasional yaitu berupaya merumuskan kebenaran berdasrkan kajian data yang diperoleh dari berbagai rujukan. 
2. Pendekatan empiris yaitu berupaya merumuskan kebenaran berdasrkan fakta yang diperoleh dari lapangan atau hasil percobaan dari laboratorium. 

Dari pemaparan diatas dapat dikatakan bahwa ilmu itu merupakan pengetahuan yang sistematis dan diperoleh melalui pendekatan rasional dan empiris. Pada hakikatnya karya tulis merupakan dokumen tentang segala temuan manusia yang diperoleh dengan metode ilmiah dan disajikan dengan bahasa yang khas serta ditulis menurut konfensi tertentu. Bahasa khas ilmiah adalah bahasa yang ringkas atau hemat, jelas, cermat, baku, lugas, denotatif, dan runtun. 
Menurut Nazar (2004:9) ciri ragam Bahasa Indonesia Ilmiah adalah sebagai berikut: 
1. Kaidah bahasa Indonesia yang digunakan harus benar sesuai dengan kaidah pada Bahasa Indonesia baku, baik kaidah tata ejaan maupun tata bahasa (pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf). 
2. Ide yang diungkapkan harus benar, sesuai dengan fakta yang dapat diterima akal sehat (logis). 
3. Ide yang diungkapkan harus tepat dan hanya mengandung satu makna. Hal ini tergantung pada ketepatan memilih kata dan penyusunan struktur kalimat. Jadi, kalimat yang digunakan efektif. 
4. Kata yang dipilih harus bernilai denotatif yaitu makna yang sebenarnya. 
5. Ide diungkapkan dalam kalimat harus padat dan benar. Oleh sebab itu, penggunaan kata dalam kalimat seperlunya, tetapi pemilihannya tepat. 
6. Pengungkapan ide dalam kalimat ataupun alinea harus lugas yaitu langsung menuju pada sasaran. 
7. Unsur ide dalam kalimat ataupun alinea diungkapkan secara runtun dan sistematis. 
8. Ide yang diungkapkan dalam kalimat harus jelas sehingga tidak menimbulkan salah tafsir.

Bahasa Indonesia keilmuan memiliki ciri-ciri yang digunakan untuk kegiatan Penggunaan Bahasa Ragam Ilmiah sebagai berikut: 
a. Objektif adalah kata-kata yang digunakan harus netral atau tidak memihak dan berorientasi pada gagasan atau objeknya. 
Perhatikan kata yang dicetak miring pada kalimat berikut! 
1. Kita tentu sering mendengar istilah tentang ilmu jiwa. 
2. Barangkali yang mula-mula terpikir oleh kita bahwa ilmu jiwa tentu membahas masalah ilmu jiwa.

Bandingkan dengan kalimat di bawah ini! 
1. Istilah ilmu jiwa sering terdengar atau didengar akhir-akhir ini.
2. Barangkali yang mula-mula terpikirkan ialah bahwa ilmu jiwa tentunya membahas masalah kejiwaan. 
Berdasarkan contoh tersebut ternyata bahwa dalam penggunaan Bahasa Indonesia keilmuan yang ditekankan adalah keobjektifan. Kata-kata yang digunakan netral atau tidak memihak dan berorientasi pada gagasan atau objeknya. Penggunaan kata yang bersifat subjektif, ekstrem atau mutlak, dan emosional dihindari. 

b. Ringkas dan Jelas adalah komunikasi keilmuan yang lugas dan langsung pada inti informasi. Komunikasi keilmuan harus langsung pada inti informasi dengan cara menggunakan unsur bahasa. 
Perhatikan kata yang dicetak miring pada kalimat berikut! 

Tidak diragukan lagi bahwa keterangan seperti itu masih samar dan tidak memberikan penjelasan apa-apa tentang topik itu karena tidak lebih dari mengulang kata-katanya saja. 

Bandingkan dengan kalimat di bawah ini! 

“Tidak diragukan lagi bahwa keterangan seperti itu masih samar.” 

Kata “masih samar” berarti tidak memberikan penjelasan. Oleh karena itu, penggunaan kelompok kata yang bercetak miring mubazir atau boros. Komunikasi keilmuan harus langsung pada inti informasi dengan cara menggunakan unsur bahasa, misalnya kata atau istilah yang memang diperlukan untuk memaparkan informasi keilmuan.
c. Cendekia adalah kecermatan dalam pemilihan kata. Penulis harus mampu memilih kata dengan cermat sehingga pernyataannya terbentuk dengan tepat, cermat, logis, dan abstrak. 

Perhatikan kata yang dicetak miring pada kalimat berikut! 

Suatu perencanaan apabila diikuti oleh pengendalian yang teratur dapat mengha-silkan penghematan-penghematan di dalam perusahaan yang sekaligus akan memperkuat kemampuan perusahaan dan memberi saran-sarankepada mana-jemen.
Bandingkan dengan kalimat di bawah ini!
“Suatu perencanaan dan pengendalian yang teratur dapat menghasilkan berbagai penghematan, memperkuat daya saing perusahaan, dan memberikan masukan kepada sistem menajemen atau saran-saran rekomendasi kepada pihak manajer atau pengelola.”
Kalimat pertama menyatakan 3 gagasan, yaitu perencanaan yang diikuti pengendalian dapat menghasilkan penghematan, memperkuat kemampuan, dan memberikan saran kepada manajemen. Yang membingungkan pemahaman ialah benarkah perencanaan yang diikuti pengendalian dapat memberikan saran-saran kepada manajemen? Terdapat kerancuan pemahaman antara manajemen, sistem manajemen, dan manajer atau dengan kata lain pengelolaan, sistem pengelolaan, dan pengelola. Saran-saran atau rekomendasi seharusnya ditujukan kepada personal atau orang, sedangkan masukan atau in-put ditujukan pada lembaga atau sistem. 

Pada kalimat kedua, penulis lebih cermat dalam memilih kata. Kecermatan atau ketelitian dalam memilih kata, frasa, kalimat dan sebagainya merupakan cirri kecendekiaan. Dengan kecendekiaan, penulis dapat membentuk pernyataannya dengan tepat, cermat, logis, dan abstrak. 

d. Formal adalah bahasa Indonesia yang digunakan untuk kegiatan keilmuan harus bersifat formal. 
Perhatikan kata yang dicetak miring pada kalimat berikut! 

Dalam penelitian ini akan mencoba melihat sejauh mana hal-hal yang dikemukakan di atas berkembang dalam lingkungan perusahaan secara efektif. 

Kalimat di atas fungsi subjek dan keterangan tidak jelas. Jika penelitian ini berfungsi subjek maka tidak perlu diberi pengantar kata depan dalam dan sejenisnya. Jika kata dalam penelitian ini berfungsi sebagai keterangan diikuti bentuk verba pasif di- .untuk memenuhi ciri formal, kalimat tersebut perlu diubah sebagai berikut. 

1. … penelitian ini akan mencoba … (fungsi subjek), atau 
2.… dalam penelitian ini akan dicoba … (fungsi keterangan). 
e. Konsisten atau Taat Asas adalah penggunaan unsur bahasa dalam karya keilmuan digunakan secara konsisten. Unsur kebahasaan yang dimaksud adalah kosa kata atau istilah, bentukan kata, dan penggunaan singkatan. Dalam karya keilmuan jika sebuah istilah atau kata digunakan maka selanjutnya istilah atau kata tersebut digunakan secara konsisten.
Perhatikan kata yang dicetak miring pada kalimat berikut ! 
1. Mula-mula yang dilakukan peneliti adalah menghimpun data lapangan,mengolahnya, dan memberikan penafsiran. 
2. Kumpulan data lapangan, hasil analisis, dan interpretasi adalah bagian yang sangat penting dalam penelitian keilmuan. 

Kata menghimpun, mengolah, penafsiran, menjadi kumpulan, analisis, dan interpretasi kalimat yang digunakan secara tidak konsisten. 

Bandingkan dengan kalimat di bawah ini! 
1. Mula-mula yang dilakukan peneliti adalah mengumpulkan data lapangan, menganalisisnya, dan memberikan interpretasi. 
2. Kumpulan data lapangan, hasil analisis, dan interpretasi adalah bagian yang sangat penting dalam penelitian keilmuan. 

Kalimat di atas penggunaan kata mengumpulkan, menganalisis, dan interpretasi menjadi kumpulan, analisis, dan interpretasi kalimat yang digunakan dengan konsisten.


C. Jenis Karangan Ilmiah 
Menurut (Chaer, 2011: 185-187) Karangan Ilmiah dapat dibedakan menjadi karangan ilmiah karya tulis , makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan laporan hasil penelitian. 

1. Karya tulis adalah karangan ilmiah yang lazim diberika kepada siswa sekolah menengah mengenai salah satu aspek satu mata pelajaran. Didalamnya terdapat komponen masalaha, tujan penulisan, pembahasan, dan kesimpulan, biasanya halamannya kurang lebih 10 halaman 
2. Makalah adalah karangan ilmiah yang ditulis untuk disajikan dalam satu seminar. Tebalnya biasanya 15-20 halaman dan diketik spasi 1,5 pada kertas ukuran A4, termasuk abstrak dan daftar pustaka. Makalah disusun berdasarkan hasil penelitian lapangan maupun penelitian pustaka. 

3. Skripsi adalah karangan ilmiah berupa tugas akhir pada pendidikan strata satu (S1). Masalah yang diajukan berkenaan dengan salah satu aspek yang menjadi subtansi bidang keilmuan yang ditekuni. 
4. Tesis adalah karangan ilmiah sebagai tugas akhir dalam pendidikan Strata dua. Isinya merupakan pendalaman dari salah satu aspek atau segi program segi yang diikuti. 
5. Disertasi adalah karangan ilmiah sebgai tugas akhir dalam pendidikan Strata 3 isinya merupakan tinjauan filosofis terhadap satu aspek atau segi dari bidang ilmu yang diteliti. 
6. Laporan hasil penelitian adalah laporan yang dibuat setelah suatu penelitian dilakukan. Laporan ini juga berisi komponen masalah, metode penelitian, objek penelitian, intrumen penelitian, hasil yang dicapai. 
Penggunaan unsur bahasa dalam karya keilmuan digunakan secara konsisten. Unsur kebahasaan yang dimaksud adalah kosakata atau istilah, bentukan kata, dan penggunaan singkatan. Hal itu berbeda dengan diksi dalam karya non keilmuan yang lebih menekankan pada kevariasian penggunaan kata. Dalam karya keilmuan jika sebuah istilah atau kata digunakan maka selanjutnya istilah atau kata tersebut digunakan secara konsisten.











DAFTAR PUSTAKA
Aceng. Hasani. 2005. Ikhwal Menulis. Serang: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Press. 
Alek. Achmad. 2011. Bahasa Indonesia untuk perguran tinggi. Jakarta: Kencana prenada media group. 
Arifin, Zaenal. Tasai, Amran. 2010. Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo. 
Chaer. Abdul. 2011. Ragam Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka cipta. 
Keraf. Goriys. 2004. Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: Gramedia. 
Nazar, Noerzisri. 2004. Bahasa Indonesia dalam Karangan Ilmiah. Bandung: Huma-niora 
Pamungkas. Sri. 2012. Bahasa Indonesia Dalam Berbagai Perspektif. Yogyakarta: Andi Offset. 
Semi, M. Atar. 2003. Menulis Efektif. Padang: Angkasa Raya. 
Widyamartaya, A. 1992. Seni Menuangkan Gagasan. Cetakan Kedua. Yogyakarta: Karnisius.

RPP MATEMATIKA SUDUT SD/MI KELAS 3 K13

- No comments

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan      : MI Miftahul Ulum Plosorejo Kademangan Blitar
Kelas/Semester            : III/II

Tema/Subtema/Pb        : Praja Muda Karana/ Aku Anggota Pramuka /1




-------------------------------------------
Download File .Docx
------------------------------------------

Alternatif Selain Adsense untuk Blog/website

- 3 comments
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork


Adsense pasti sudah tak asing lagi, para blogger atau pembuat konten website pastinya sudah mengenal jasa penyedia iklan tersebut. untuk menghasilkan uang dari sebuah website yang kita miliki salah satu cara yang paling diminati dan banyak digunakan adalah mendaftarkan blog/website meraka di Google Adsense.

Tetapi tidak mudah untuk mendaftarkan website kita ke Adsense agar bisa diterima, perlu banyak persyaratan yang harus dipenuhi misalnya minimal tulisan berapa ribu kata dan keaktifan penulis untuk mengisi konten web tersebut. Tidak sedikit orang yang ditolak oleh google karena tidak mampu memenuhi persyaratan tersebut.

Kali ini saya akan memberikan informasi untuk orang" yang sudah berusaha mendaftar ke Google Adsense tapi gagal dan ditolak oleh pihak google. agar website kita tetap bisa menghasilkan uang meskipun ditolak oleh google adsense.

caranya hampir sama dengan Google Adsense, kita diminta untuk mendaftar terlebih dahulu di website berikut.
-------------------------------------------------
KLIK DISINI UNTUK MENDAFTAR
-------------------------------------------------
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork
1. Langkah Pertama Mendaftar / membuat akun terlebih dahulu


2. Selanjutnya Menambahkan Alamat Website kita, disini nanti ada proses menungggu verifikasi websote kita apakah layak atau tidak, tetapi prosesnya tidak seperti Google Adsense yang memakan waktu berhari - hari


3. Nah terakhair kita copykan code iklan di website kita...


untuk Popads ini penghasilan dihitung dari jumlah pengunjung website kita, bukan dari jumlah klik di iklan. dari keterangan yang saya baca per 1000 pengunjung kita akan mendapat 0.1$ dolar


Mempermudah Urusan Dengan Web Server

- No comments
Apa itu Web Server ??

Disini saya tidak akan menjelaskan apa itu web server dan bagaimana web server bekerja, untuk mengetahui Apakah itu web server bisa klik disini


         Kali ini Saya akan berbagi informasi pemanfaatan web server di kehidupan sehari hari.
Web server atau server web banyak digunakan di bidang industri maupun Instasi lembaga - lembaga pemerintah maupun swasta, baik berbasis Offline atau Online. Di era sekarang pemanfaatan Web Server sangatlah diminati banyak orang khususnya berbasis Online karena User dapat mengakses dari mana saja. Contohnya pemanfaatan di bidang pendidikan, Administrasi data seperti Data Siswa, Data Sekolah, Data Guru dan Pegawai, dll dapat dipantau dari pusat dengan Web Server ini, Sistemnya yaitu dengan cara pihak sekolah mengisi data pada Web yang sudah disedikan oleh pusat, Contohnya Sederhananya adalah Dapodik.

Tidak hanya itu, Di bidang pendidikan juga sangat dibutuhkan, Karena untuk mempermudah pendataan penduduk. Contohnya di tingkat rendah seperti Desa, saat ini banyak desa yang sudah mulai beralih menggunakan sistem Online. tentu saja ini sangat membantu pelayan dan pendataan penduduk di tinggat desa.

Sekarang ini banyak Developer Pengembang di bidang Web yang berlomba lomba untuk membuat karya karya inovasi terbaru dengan tujuan untuk mempermudah urusan kita.

Jadi, Sudah jelas semakin maju perkembangan teknologi akan semakin memepermudah kita jika dimanfaatkan dengan tepat.

Perbedaan Dan Kesamaan Paham Firqah-Firqah

- No comments

Aliran atau Sekte atau Firqah ini adalah golongan yang muncul karena adanya faktor perbedaan pokok-pokok aqidah dan keimanan, sehingga dalam kategori sekte ini, yang wajib kita ikuti adalah Firqah Ahli Sunnah Wal Jama’ah dengan ciri umum; menyandarkan pemahaman aqidah dan pokok-pokok keislaman dan keimanan mereka terhadap Al-Quran, dan Sunnah berdasarkan pemahaman para salaf dari kalangan sahabat, tabiin, ataupun para ulama islam yang meniti jalan dan metode ajaran mereka dari zaman kezaman. Adapun selainnya seperti Khawarij, Mu’tazilah, Bahaiyah, Syiah, Qadariyah, Ahmadiyah, atau aliran-aliran aqidah lainnya, maka tidak boleh diikuti. Karena satu-satunya aliran atau sekte yang benar dan selamat hanyalah Ahli Sunnah Wal-Jama’ah. Ini sesuai sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam:
إن بني إسرائيل تفرقت على ثنتين وسبعين ملة وتفترق أمتي على ثلاث وسبعين ملة كلهم في النار إلا ملة واحدة قالوا ومن هي يا رسول الله قال ما أنا عليه وأصحابي
Artinya: “sungguh Bani Israil itu telah terpecah menjadi tujuh puluh dua agama (aliran), dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga agama, semuanya masuk neraka kecuali satu agama.” Para sahabat bertanya: agama apa itu wahai Rasulullah?, Beliau menjawab: “Apa yang aku dan para sahabatku berpijak di atasnya.” (HR Tirmidzi: 2641, dan beliau menilainya hasan)
Juga bersabda:
إن أهل الكتابين افترقوا فى دينهم على ثنتين وسبعين ملة وإن هذه الأمة ستفترق على ثلاث وسبعين ملة وكلها فى النار إلا واحدة وهى الجماعة
Artinya: “Dua golongan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) telah terpecah dalam agama mereka menjadi tujuh puluh dua agama (aliran), dan sungguh umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga aliran, semuanya masuk neraka kecuali satu, yaitu (yang berpegangteguh pada) jama’ah.” (HR. Ahmad, Ath-Thobaroni, dan Al-Hakim)
Maksud dari 72 golongan atau sekte yang disebutkan dalam hadis ini adalah sekte atau aliran yang muncul karena faktor perbedaan pokok-pokok aqidah dan keimanan yang menyelisihi Ahli Sunnah wal Jama’ah, seperti yang disebutkan diatas. Juga perlu kita ketahui bersama bahwa dalam islam terdapat golongan atau kelompok yang muncul karena adanya faktor perbedaan ijtihad / perbedaan pendapat dalam perkara furu’iyah (cabang-cabang permasalahan agama); termasuk fiqh, atau bidang-bidang ilmu islam lainnya yang tidak termasuk dalam ranah aqidah dan pokok-pokok iman. Golongan seperti ini tidak dikatakan sebagai sekte atau aliran atau firqah, namun diistilahkan sebagai Madzhab. Dari sinilah muncul madzhab-madzhab islam yang kita kenal seperti Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Mengikuti salah satu madzhab yang empat ini dibolehkan sesuai ijma’ / kesepakatan para ulama islam, dengan syarat tidak fanatik buta atau menyesatkan orang lain yang berbeda madzhab dengannya. Dalam firqah-firqah Islam terdapat beberapa pendapat yang berbeda meliputi :


1. Status mukmin dan kafir
Ada perbedaan antara berbagai firqah tentang status mukmin dan kafir.
Menurut Ahlussunnah, seseorang disebut mukmin jika ia beriman kepada keenam rukun iman. Keimanan tersebut tidak hilang meskipun dia melakukan dosa besar. Mukmin yang melakukan dosa besar dan mati sebelum bertaubat statusnya tetap menjadi mukmin, tetapi mukmin yang berdosa. Kelak dia akan dimasukkan ke dalam neraka, setelah hukumannya sesuai dengan dosa yang telah dilakukannya, ia bisa masuk ke surga.
Golongan Khawarij berpendapat bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir, dalam arti keluar dari Islam atau tegasnya murtad sehingga ia wajib dibunuh.
Golongan Murji’ah berpendapat bahwa orang yang berbuat dosa besar tetap masih mukmin dan bukan kafir. Adapun soal dosa yang telah dilakukannya terserah kepada Allah untuk mengampuninya atau tidak mengampuninya.
Golongan Muktazilah tidak menerima kedua pendapat di atas. Bagi mereka orang yang berdosa besar bukan kafir tetapi juga bukan mukmin. Orang yang serupa ini menurut mereka mengambil posisi di antara kedua posisi mukmin dan kafir yang di dalam bahasa Arabnya dikenal dengan posisi manzilah bainal manzilatain (posisi di antara dua posisi).Golongan Muktazilah berbeda pendapat dengan golongan Asy’ariyah. Menurut Mu’tazilah, mukmin yang berdosa dan mati sebelum bertaubat dikategorikan sebagai orang yang fasik. Tempatnya kelak tidak di surga dan tidak pula di neraka, melainkan di satu tempat di antara surga dan neraka atau yang biasa disebut dengan manzilah bainal manzilatain.
Kebaikan dan keburukan
Dalam pendapat firqoh-firqoh tersebut juga ada beberapa pendapat yang berbeda.
Menurut Ahlussunnah, baik buruknya seseorang tergantung dari iman dan usahanya yang menjauhi larangan Allah SWT.
Golongan khawarij berpendapat bahwa hamba yang baik haruslah tetap dijalan Allah SWT. sekali dia berbuat keburukan makan dia menjadi kafir dan boleh di bunuh.
Golongan murji’ah berpendapat baik buruknya seseorang tergantung dengan takdir dan kehendak Allah SWT.
Golongan muktazilah berpendapat bahwa baik buruknya seseorang tergantung dari dirinya sendiri
Ikhtiar manusia
 Ada perbedaan di antara berbagai firqah seputar ikhtiar manusia. Hal ini disebabkan karena perbedaan pemahaman mereka terhadap takdir sebagaimana terdapat di sejumlah ayat Al-Qur’an. Golongan Qadariyah berpendapat bahwa ikhtiar manusia itu bersifat mutlak. Artinya, nasib manusia ditentukan sendiri oleh ikhtiarnya. Allah tidak turut campur dalam hal itu. Baik dan buruk itu adalah semata-mata pilihan dan kehendak manusia. Golongan Mu’tazilah pun berpendapat serupa. Ada banyak dalil yang mereka ajukan, diantaranya firman Allah:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS Ar Ra’du: 11)
 Golongan Jabbariyah berpendapat sebaliknya. Menurut mereka, segala perbuatan manusia itu telah diciptakan oleh Allah. Manusia bagaikan wayang yang selalu mengikuti lakon yang dimainkan oleh sang dalang. Atau seperti pemain sandiwara yang hanya mengikuti penulis naskah dan sutradaranya. Jadi, apapun yang dilakukan oleh manusia, tidak pernah terlepas dari apa yang telah ditakdirkan oleh Allah. Surga dan nerakanya telah ditentukan sejak zaman azali. Manusia tidak pernah bisa mengubah takdir. Mereka (golongan Jabbariyah) pun mengajukan banyak argumen, di antaranya adalah firman Allah:
وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (QS Ash-Shaffat: 96)
 Jadi, menurut golongan ini, semua perbuatan manusia sudah diciptakaan oleh Allah, manusia hanya menjalankan takdir Allah saja. Jika manusia mencuri, maka itu memang sudah ditakdirkan oleh Allah. Surga dan neraka semua sudah ditakdirkan oleh Allah. Pokoknya kita tinggal menjalankan takdir itu saja. Golongan Ahlussunnah berpendapat lain. Menurut mereka, Allah memang menakdirkan hidup manusia. Akan tetapi, manusia memiliki bagian usaha atau yang disebut dengan kasb. Jadi, Ahlussunnah Waljama’ah tidak sepakat dengan golongan Qadariyah yang menafikan Allah dalam perbuatannya dan juga tidak sepakat dengan golongan Jabbariyah yang berpendapat bahwa manusia itu dipaksa oleh Allah dalam segala perbuatannya tanpa adanya kemampuan untuk berusaha.
Kekuasaan Allah SWT.
Ahli Sunnah wal Jama’ah menjadikan Kitabullah dan wahyu dari-Nya sebagai landasan utama dalam menetapkan ‘aqidah dan dalam pengambilan dalil.
Firqah Khawarij, sesungguhnya mengagungkan al Qur`an dan berkeinginan mengikuti kandungannya. Akan tetapi, jika melihat keberadaan mereka, ternyata sangat jauh dari angan-angan. Mereka tidak mengaplikasikannya.
Golongan Murji’ah, Murji’ah juga menduhulukan akal ketimbang nash (naql). Menurut mereka, akal menjadi sumber untuk mengetahui dalam masalah ‘aqidah. Ringkasnya, mereka menggantungkan kepada apa yang dihasilkan oleh akal pikiran, dan antipati dengan al Qur`an dan Sunnah. Atau memaksakan al Qur`an dan Sunnah untuk tunduk dengan argumentasi yang mereka bawa.
Golongan Muktazilah kalangan Qadariyah memasukkan al Qur`an sebagai bagian dari dalil-dalil prinsip mereka. Hanya saja, mereka memandang kepastian hukum dan petunjuk yang akurat, lebih menggunakan akal.
Sifat Allah SWT.
 Menurut Asy’ariyah, Allah mempunyai sifat-sifat. Allah hidup dengan hayat, mendengar dengan sama’, mengetahui dengan ilm, dan berkuasa dengan qudrah. Sifat-sifat itu melekat pada Dzat-Nya dan tidak dapat dipisahkan. Bagi Asy’ari, sifat-sifat Allah tidak identik dengan Dzat-Nya. Karena Allah bersifat qadim, berarti sifat-sifat Allah juga ‘azali dan qadim. Dalam memandang masalah sifat-sifat Allah ini, pendapat kaum Asy’ariah bertentangan dengan pendapat Mu’tazilah. Dalam pandangan Mu’tazilah, Tuhan tidak mempunyai sifat. Demikian kata Al-Juba’i. Sebab menurutnya, apa yang disebut dengan sifat itu pada dasarnya adalah esensi Dzat-Nya. Hudzail (tokoh Mu’tazilah) berpendapat bahwa Allah mengetahui dengan pengetahuan dan pengetahuan adalah Dzat-Nya. Tuhan berkuasa dengan Dzat-Nya dan kekuasaan itu adalah Dzat-Nya Pendapat Mu’tazilah di atas ditentang oleh Asy’ariyah. Menurutnya, tidak mungkin Allah mengetahui dengan pengetahuan-Nya, melihat dengan penglihatan-Nya. Sebab, jika demikian Allah itu sama dengan pengetahuan, penglihatan, dan sebagainya.

loading...



Sejarah Terbentuknya Firqah – Firqah Dalam Islam

- No comments
     
        Sesudah terbunuhnya khalifah usman bin affan sebagian maembaiat ali sebagai kholifah . Hal ini dikarenakan ali adalah salah satu dari enam calon yang tunjuk oleh kholifah umar sebelum wafat dan memperoleh suara yang sama dengan utsman . Sayangnya , orang orang yang terlibat dalam pembunuhan utsman juga ikut berbaiat terhadap kholifah ali .hal ini menimbulkan fitnah dikalangan sebagian sahabat . Apalagi sebagian sahabat menghendaki para pelaku pembunuhan khalifah utsaman dan diadili sebelum pembaiatan kholifah yang baru.
Legitimasi kekholifahan ali tidak mencapai seratus persen dari umat islam saat itu. Hal ini digunakan oleh orang – orang yang tidak  menginginkan persatuan umat islam untuk memecah belah umat hingga terjadilah perang jamal (perang unta). Parang Jamal adalah perang antara Sayyidina Ali karramallahu wajhah dengan Sayyidatina Aisyah ummul mukminin radliyallahu ‘anha. Disebut dengan perang Jamal karena Aisyah mengendarai Unta.
Selain perang Jamal, ada pula Perang Siffin. Perang Siffin adalah perang antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan pasukan Mu’awiyyah. Dalam Perang Siffin tersebut pasukan Ali hampir memenangkan peperangan. Akan tetapi, atas ide Amr bin Ash, pasukan Mu’awiyah kemudian mengajak melakukan tahkim (damai) dengan mengangkat mushaf. Atas desakan para qurra’, Khalifah Ali menyetujui tahkim tersebut. Lalu dilakukanlah pembicaraan oleh kedua pihak. Pihak Mu’awiyah diwakili oleh Amr bin Ash sedangkan pihak Ali diwakili oleh Abu Musa Al-Asy’ari. Hasil dari pembicaraan dari kedua kubu tersebut adalah peletakan jabatan dari masing-masing pihak, baik Ali maupun Mu’awiyah. Keduanya pun sepakat untuk mengumumkan hasil pembicaraan tersebut kepada publik. Amr bin Ash mempersilakan Abu Musa AlAsy’ari untuk berbicara terlebih dahulu dengan alasan Abu Musa AlAsy’ari lebih tua darinya. Sebagai seorang yang bertakwa dan konsisten terhadap perjanjian, Abu Musa mengumumkan peletakan kedudukan Khalifah yang dipegang oleh Ali. Ketika Amr bin Ash mendapat giliran untuk mengumumkan hasil pembicaraan, ternyata ia mengatakan yang berbeda dari kesepakatan. Karena Ali meletakkan jabatan, maka Muawiyahlah yang naik jabatan. Tentu hal ini sangat merugikan pihak Ali. Ali pun enggan melepaskan kedudukannya hingga terbunuh. Tahkim Shiffin ini menimbulkan kekecewaan besar di pihak Ali. Bahkan sebagian pengikut Ali keluar dari barisan Ali. Merekalah yang disebut Khawarij. Menurut Khawarij, baik Muawiyah maupun Ali keduanya bersalah. Muawiyah dianggap merampas kedudukan Khalifah yang dimiliki Ali sedangkan Ali bersalah karena menyetujui tahkim padahal dia di pihak yang benar. Golongan yang kedua adalah golongan Syi’ah. Golongan syi’ah adalah golongan pendukung Ali. Dan golongan yang ketiga adalah golongan Jumhur. Dari sinilah Islam pecah menjadi banyak sekte.


<BACA SELANJUTNYA>
Perbedaan Dan Kesamaan Paham Firqah-Firqah

TROUBLESHOOTING SMARTPHONE DAN FUNGSINYA

- No comments
1. AntenaSwitch
Fungsi : Sebagai pengolah dan penyempurna serta menyatukan tegangan signal RX dan signal TX.
Trouble Shooting:
  • Tidak ada jaringan
  • Hanya keluar salah satu jaringan saja
  • Signal naik turun
  • Pada saat sinyal tampil hp langsung mati

2. ICAudio(COBBA)
Fungsi : Sebagai pengolah sinyal suara yang masuk dari IC RF, kemudian diperkuat dan diteruskan kepada speaker, memperkuat getaran suara yang telah diubah terlebih dahulu oleh mic menjadi getaran listrik kemudian diteruskan ke IC RF, menjalankan perintah dari CPU. Pada IC Audio juga terdapat PCM (Pulse Code Module) dan EEPROM yang berfungsi untuk membaca kode sinyal yang datang dari operator untuk disesuaikan dengan IMEI ponsel. Disamping itu juga berfungsi untuk menyimpan data-data yang bersifat permanen seperti imei, phone code, dsb.
Trouble Shooting:
  • Contact Service
  • Blank hitam pada LCD
  • Signal naik turun
  • Sepiker dan Mic mati
3. ICCPU
Fungsi : CPU merupakan serangkaian komponen elektronika yang terintegrasi dan akan berfungsi sesuai dengan tugasnya masing-masing. Komponen ini mempunyai tugas yang sangat signifikan, karena komponen ini merupakan otak dan suatu ponsel. Dengan kata lain CPU adalah pusat dan sistem kerja ponsel.
Trouble Shooting:
  • Mati total (Matot)
  • Tidak ada jaringan
  • Restart
  • Tiba-tiba hp mati sendiri
  • Contact Service
  • LCD blank
4. ICPower(CCONT)
Fungsi : Sebagai pensuplai tegangan arus listrik kepada masing-masing komponen sesuai dengan kebutuhannya.
Trouble Shooting:
  • Mati total (Matot)
  • Insert simcard
  • Contact Service
  • Restart
  • Not charging
  • Blank hitam pada LCD
5. ICUEM
Fungsi : Sebagai pensuplai tegangan arus listrik kepada masing-masing komponen sesuai dengan kebutuhannya. Pada IC UEM ini merupakan gabungan dari IC Power, IC UI, IC Charging.
Trouble Shooting:
  • Mati total (Matot)
  • UPP Bad Respon 02
  • Error data 2 ( Tornado )
  • Contact retailer / contact service
  • Phone restic ( cek IMEI ??????? )
6. ICFlash
Fungsi : Komponen ini sebagai media penyimpanan data pada ponsel yang tidak permanen dalam kata lain dapat diubah atau ditambah dengan data-data yang berada pada komputer. Alat ini sama fungsinya dengan hard-disk pada komputer.
Trouble Shooting:
  • Restart
  • Tiba-tiba hp mati sendiri
  • Contact Service
  • LCD blank
  • Mati total
  • Salah satu data hilang dati menu
7. EEPROM (Electrically Erase Programable Read Only Memory)
Fungsi : Sebagai tempat penyimpanan data pada ponsel yang dirancang tidak tergantung dengan adanya arus listrik dari ponsel tersebut, karena sudah ada battery khusus atau arus listrik yang telah dimilikinya, biasanya komponen ini menyimpan data pabrik seperti IMEI1, IMEI2, Security Code, Versi program dan tanggal pembuatan. Namun untuk ponsel merk Nokia keluaran terbaru data yang terdapat pada komponen ini tidak dapat diubah.
Trouble Shooting:
  • Mati total (software )
8. MCU(MasterControlUnit)
Fungsi : Data yang ada di dalam ponsel yang terletak berada pada IC Audio, data ini bersifat permanen atau sudah dari pabrik, seperti : versi program ponsel, IMEI, tahun pembuatan, dan phone code.
Trouble Shooting:
  • Mati total ( software )
9. ICRAM
Fungsi : Komponen ini pada dasarnya merupakan tempat penyimpanan data juga, tapi sifatnya hanya sementara, karena komponen ini cara kerjanya tergantung pada arus listrik yang terdapat dalam komponen tersebut. Jika ponsel dimatikan maka secara langsung data yang terdapat dalam komponen tersebut akan hilang dengan sendirinya. Komponen ini sangat berkaitan erat dengan aktifitas CPU. Semakin besar kapasitas dari RAM maka akan baik Dula kinerja dari CPU, tetapi jika RAM mengalami kerusakan maka CPU tidak bisa bekerja.

10. ICCharging
Fungsi : Komponen ini akan bekerja secara otomatis pada saat pengisian yang bekerja hanya untuk mengisi tegangan battery yang dikendalikan oleh CPU melalui IC Pengontrol.
Trouble Shooting:
  • No charging
  • Nyedot batre
11. ICUI
Fungsi : Sebagai pengontrol data yang diperintahkan oleh IC CPU pada Vibrator, Buzzer, Led dan bersifat sebagai saklar otomatis dalam ponsel.
Trouble Shooting:
  • Mati total
  • Tidak ada getar
  • Dering mati
  • Led mati


15. LCD (Liquid Crystal Display)
Fungsi : Sebagai alat yang akan menampilkan semua aktifitas dan ponsel, sebagai media komunikasi baca dan tulis pada ponsel.
Trouble Shooting:

  • Blank
  • Tulisan terbalik/berantakan
  • Pecah
16. Keypad
Fungsi : Sebagai peralatan input yang memberikan perintah data kepada CPU ponsel untuk diproses dan akan dikirimkan kepada komponen lain yang berkaitan dalam ponsel.
Trouble Shooting:
  • Blank
  • Tulisan terbalik/berantakan
  • Pecah
17. Battery
Fungsi : sebagai sumber arus listrik yang diperlukan untuk memberikan arus listrik pada ponsel. Battery untuk ponsel ada beberapa macam, yaitu Nickel-Metal Hydrate (NiMH), Lithium-Ion (LiON), dan Lithium-Poly¬I RI- (LiPoly)
Trouble Shooting:
  • Ngedrop
  • Pada saat melakukan panggilan, hp langsung mati
  • Lampu LCD berkedip kedip
  • Charging gagal.