Search This Blog

RameRame. Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Cara Membuat Voucher Hotspot di Mikhmon Server

 Mikhmon adalah aplikasi berbasis web untuk mempermudah pengelolaan hotspot MikroTik, tanpa menggunakan radius server. Penjelasan lengkap te...

Featured Posts

Cara Membuat Voucher Hotspot di Mikhmon Server

- No comments

 Mikhmon adalah aplikasi berbasis web untuk mempermudah pengelolaan hotspot MikroTik, tanpa menggunakan radius server. Penjelasan lengkap tentang Mikhmon langsung kunjungi web developernya https://laksa19.github.io/

Mikhmon sangat membantu untuk membuat sistem Hotspot Voucher, Kita hanya mempersiapkan Mikrotik sebagai Hotspot server dan aplikasi Mikhmon yang bisa di download di https://laksa19.github.io/ .

Setelah mendownload aplikasi dan menjalankannya sampai terbuka seperti gambar dibawah ini, tutorial menginstal dan menghubungkan dengan perangkat mikrotik ada di web https://laksa19.github.io/ . Pastikan Mikhmon sudah mendeteksi resouche mikrotik anda.


Kemudian perhatikan menu disebelah kiri, langkah pertama kita membuat user profile terlebih dahulu untuk menentukan harga dan waktu voucher aktif


Pada menu user profile akan tampil beberapa kolom seperti gambar dibawah ini. Isi sesuai dengan kebutuhan anda, keterangan pengisian ada di sebelah kanan kolom, seperti waktu aktif dan limit bandwith per user. Kemudian klik save.


Selesai membuat user profile, langkah selanjutnya kembali ke halaman depan kita membuat vouchernya dengan mengklik Generate.


Kemudian mengisi kolom lagi seperti gambar dibawah ini , QTY berarti jumlah voucher yg kita generate atau dibuat. Server kita pilih all berati jika di hotspot mikrotik kita ada beberapa server hotspot, Voucher bisa digunakan disemua server. User Mode kita pilih Username = Password maka user yang kita buat akan menjadi jenis Kode Voucher. Jika Username dan Password akan jadi jenis Member atau jika login ke hotspot kita harus menggunakan username dan password bukan kode voucher. Name Leght merupakan jumlah digit Kode Voucher yg kita buat, tentunya jangan terlalu panjang agar tidak susah ketika user memasukan kodenya hehe..
Jangan lupa pilih user profile yg kita buat tadi, Voucher ini mau ikut user profile yg mana, misal Voucher ini kita buat untuk user 3 jam atau 12 jam. 
Kolom yang lainnya opsional bisa diisi atau dikosongi. Kalo saya isi komen juga buat penanda vouchernya hehe..
Kemudian klik generate tombol warna biru.


Setelah digenarate cek di menu voucher disebelah kiri.


Dimenu ini akan tampil seluruh voucher kita di kelompokan by user profile. Jika ingin Print atau mencetak tinggal klik open pada voucher yg ingin kita cetak.


Selanjutnya pilih Comment terlebih dahulu sebelum klik tombol tombol warna birunya.. Madsutnya pilih by Comment, Voucher dikelompokan by Comment jika ingin mencetaknya.



Selesai sampai disini Cara Membuat Voucher di Mikhmon atau Cara Generate Voucher di mikhmon. Tentunya sangat mudah bagi orang yang kurang pengetahuan dibidang koneksi dan jaringan internet, Aplikasi ini disediakan secara gratis oleh https://laksa19.github.io/, jangan lupa kunjungi websitenya dan tinggalkan jejak untuk menghargai dan mendukung developer Mikhmon.





Cara Remot Router Client dalam satu jaringan - TOTOLINK N200RE V5 - Virtual Server

- No comments

Router TOTOLINK N200RE_V5 dirancang khusus untuk rumah dan kantor kecil, memberikan kecepatan nirkabel hingga 300Mbps. Struktur mini dengan Interface 2LAN +WAN membuatnya sangat nyaman bagi pelancong untuk membangun jaringan nirkabel dan kabel dalam perjalanan mereka.  Umumnya, ini adalah solusi hemat biaya bagi kelompok kecil untuk mengakses Internet. 

Dalam sebuah jaringan sekolah, kantor, instansi, dll. biasanya membagi jaringan internet dibeberapa lokasi atau ruangan dalam gedung tersebut melalui media wired maupun wireless. pada setiap titik ruangan biasanya dipasang router untuk memudahkan mengakses internet.

Untuk mempermudah Teknisi Jaringan mengatur dan memanajemen Router di setiap titik, Pada Ruoter Totolink N200RE Versi 5 terdapat fitur Virtual server untuk mengakses router melalui port WAN. jadi antara router satu dengan yang lainnya saling terhubung, kita bisa membuka router A di router B atau sebaliknya.



Cara mengaktifkan Virtual Server ini cukup mudah, 

1. Langkah pertama pastikan kita terhubung dengan wifi router tersebut, dan port WAN sudah terhubung dengan Modem/mikrotik. dan jangan lupa isi IP address internet dengan pilih Connection Type Static agar IP Address yang dimiliki router tetap dan tidak berubah - ubah jika menggunakan DHCP.



2. Selanjutnya buka browser ketik 192.168.0.1


3. kemudian login dengan password : admin ( tergantung pembuatan password setup diawal ). kemudian masuk mode advanced kemudian masuk menu NAT


4. Setelah masuk pada menu NAT enable Virtual Server. dan klik icon + ( add ). kemudian isi kolom yang tersedia
        Deskripsi   : bisa dikosongi
        Protokol    : Pilih All
        IP Address : isi dengan IP Address LAN Router 192.168.0.1 ( Default )
        Internal Port : 80
        Eksternal Port : 80
jika sudah terisi semua klik Icon Operate


Selesai, cukup itu saja bagian yang perlu di setting. sekarang tes buka router di router yang lain, pastika router yang lain sudah terhubung denga modem satu jaringan sesuai gambar pada topologi diatas.

Buka Browser ketikan IP Address yang kita isikan secara Statik pada langkah awal. disini tadi saya contohkan 192.168.1.2 , jika sudah muncul seperti gambar dibawah ini berarti kita sudah berhasil membuat virtual server pada router Totolink N200RE Versi5


Nah, Dengan Virtual Server ini kita dimudahkan untuk memanajemen router tanpa kita mendekat dan terhubung dengan Wifi Router.




Tradisi Sekaten Sebagai Syiar Agama Islam

- No comments

Tradisi Sekaten Sebagai Syiar Agama Islam

Abstract : Tradisi sekaten merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan selama tujuh hari di keraton Yogyakarta dan Solo untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sekaten Sekaten berasal dari istilah Bahasa arab “Syahadataini” yang berarti 2 kalimat syahadat. Grebek Mauludan sebagai puncak acara sekaten dilaksanakan pada tgl 12 Rabiulawal. Sekaten dipelopori oleh para wali songo dengan tujuan syiar agama islam di tanah jawa dengan menggunkan jalur kebudayaan.

Tradisi Sekaten adalah tradisi tahunana yang dilaksanan selama 7 hari, tradisi dari dua Keraton dari Kerajaan Mataram, Ngayogyakarto Hadiningrat (Yogyakarta) dan Surakarta Hadiningrat (Solo). Tradisi ini diadakan dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Asal Usul Istilah Sekaten
Terdapat beragam pendapat yang berkaitan dengan penamaan Tradisi Sekaten. Pendapat yang populer adalah Sekaten berasal dari istilah bahasa arab “Syahadataini“. Istilah tersebut mewakili Dua Kalimat Syahadat dalam Islam.
Dua kalimat yang dimaksud adalah syarat wajib bagi seseorang yang hendak memeluk Agama Islam. Kalimat ini memiliki pengertian “aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah“.

Selain itu ada juga pendapat yang mengatakan asal-usul istilah Sekaten berasal dari istilah-istilah lain, sebagai berikut:
·         Sahutain dengan pengertian menghentikan atau menghindari perkara dua, yakni sifat lacur dan menyeleweng.
·         Sakhatain yang berarti menghilangkan perkara dua, yaitu watak hewan dan sifat setan, karena watak tersebut sumber kerusakan;
·         Sakhotain bermakna menanamkan perkara dua, yaitu selalu memelihara budi suci atau budi luhur dan selalu menghambakan diri pada Tuhan;
·         Sekati berarti setimbang, orang hidup harus bisa menimbang atau menilai hal-hal yang baik dan buruk;
·         Sekat berarti batas, orang hidup harus membatasi diri untuk tidak berbuat jahat serta tahu batas-batas kebaikan dan kejahatan.(K.R.T. Haji Handipaningrat : 3).

Pelaksanaan Tradisi Sekaten
Dalam pelaksanaan Sekaten, baik yang ada di Yogyakarta maupun Surakarta selalu tidak bisa dilepaskan dari perangkat Gamelan milik kedua keraton tersebut. Di keraton Yogya, gamelan Sekaten terdiri dari dua perangkat, yakni gamelan Kyai Nogowilogo dan Kyai Guntur Madu. Sementara itu, di Keraton Surakarta terdapat dua perangkat gamelan yakni Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari.
Dalam tradisi Keraton Jogja, biasanya sejak sebulan sebelum Upacara Sekaten diadakan Pasar Malam Perayaan Sekaten. Kita juga bisa mendapati dua tradisi yang ikut meramaikan Upacara Sekaten yakni Tumplak Wajik dan Tradisi Grebeg. Tumplak Wajib adalah upacara pembuatan wajik (makanan khas yang terbuat dari beras ketan dengan gula kelapa). Ini merupakan awal dari pembuatan pareden yang digunakan dalam upacara Garebeg.

Adapun Tradisi Grebeg Muludan adalah puncak peringatan Sekaten yang dimulai sejak jam 08.00 pagi tanggal 12 Rabiul Awal, bertepatan dengan Kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Sejarah Tradisi Sekaten
Seperti diketahui bahwa Kebudayaan Jawa sebagian besar merupakan hasil akulturasi, tidak terkecuali dengan Tradisi Sekaten. Terdapat Folklor yang berkembang dimasyarakat bahwa Upacara Sekaten adalah salah satu warisan nilai budaya yang dilaksanakan turun-temurun oleh nenek moyang. Di zaman dahulu upacara serupa diselenggarakan tiap tahun oleh raja-raja di Tanah Hindu, berwujud selamatan atau sesaji untuk arwah para leluhur.



Tradisi Sekaten Sebagai Budaya Islam
Agama Islam mulai berkembang ditanah jawa pada kisaran abad ke-14 dengan dipelopori oleh para wali yang diketahui berjumlah sembilan (Walisongo). Untuk mengetahui kemajuan perkembangan Agama Islam di Tanah Jawa, diselenggarakanlah pertemuan tahunan di Kota Demak. Pertemuan itu biasa berlangsung selama satu minggu di bulan Rabiul Awal. Sebagai penutup pertemuan tersebut biasanya diadakan keramaian besar untuk merayakan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulud Nabi). Selanjutnya, berdasarkan kesepakatan hasil Musyawarah digelarlah kegiatan syiar Islam secara terus-menerus selama 7 hari menjelang hari kelahiran Nabi Muhammad S.A.W.
Diketahui melalui saran Sunan Kalijaga, peringatan Maulud Nabi tersebut dalam pelaksanaannya akan disesuaikan dengan tradisi dan budaya Jawa. Agar kegiatan tersebut menarik perhatian rakyat, dibunyikanlah dua perangkat gamelan buah karya Sunan Giri membawakan gending-gending ciptaan para wali, terutama Sunan Kalijaga. Setelah mengikuti kegiatan tersebut, masyarakat yang ingin memeluk agama Islam dituntun untuk mengucapkan dua kalimat syahadat (syahadatain). Dari kata Syahadatain itulah kemudian muncul istilah Sekaten sebagai akibat perubahan pengucapan. Sekaten terus berkembang dan diadakan secara rutin tiap tahun seiring berkembangnya Kerajaan Demak menjadi Kerajaan Islam. Demikian pula pada saat bergesernya Kerajaan Islam ke Mataram.

Faktor yang mempengaruhi program pemasaran bisnis

- No comments



A. Lingkungan mikro perusahaan
Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu:
a.  Perusahaan

Yaitu struktur organisasi perusahaan itu sendiri. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh bagian manajemen pemasaran harus memperhitungkan kelompok lain di perusahaan dalam merumuskan rencana pemasarannya, seperti manajemen puncak, keuangan perusahaan, penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, dan akuntansi serta sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan, karena manajer pemasaran juga harus bekerja sama dengan para staff di bidang lainnya.


b.  Pemasok (Supplier)
Para pemasok adalah perusahaan-perusahaan dan individu yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa tertentu. Kadang kala perusahaan juga harus memperoleh tenaga kerja, peralatan, bahan bakar, listrik dan faktor-faktor lain dari pemasok. Perkembangan dalam lingkungan pemasok dapat memberi pengaruh yang arnat berarti terhadap pelaksanaan pemasaran suatu perusahaan. Manajer pemasaran perlu mengamati kecenderungan harga dari masukan-masukan terpenting bagi kegiatan produksi perusahaan mereka. Kekurangan sumber-sumber bahan mentah, pemogokan tenaga kerja, dan berbagai kcjadian lainnya yang berhubungan dengan pemasok dapat mengganggu strategi pemasaran yang dilakukan dan dijalankan perusahaan.
c.  Para Perantara Pemasaran
Para perantara pemasaran adalah perusahaan-perusahaan yang membantu perusahaan dalam promosi, penjualan dan distribusi barang/jasa kepada para konsumen akhir. Para perantara pemasaran ini meliputi :
    Perantara, adalah perusahaan atau individu yang membantu perusahaan untuk menemukan konsumen. Mereka terbagi dua macam, yaitu agen perantara seperti agen, pialang dan perwakilan produsen yang mencari dan menemukan para pelanggan dan/atau mengadakan perjanjian dengan pihak lain, tetapi tidak memiliki barang atau jasa itu sendiri.
    Perusahaan Distribusi Fisik, perusahaan seperti ini membantu perusahaan dalam penyimpanan dan pemindahan produk dari tempat asalnya ketempat-tempat yang dituju.
    Para Agen Jasa Pemasaran, seperti perusahaan atau lembaga penelitian pemasaran, agen periklanan, perusahaan media, dan perusahaan konsultan pemasaran,kesemuanya membantu perusahaan dalam rangka mengarahkan dan mempromosikan produknya ke pasar yang tepat.
    Perantara Keuangan, seperti bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dan perusahaan lain yang membantu dalam segi keuangan.
d.  Para Pelanggan
Yaitu pasar sasaran suatu perusahaan yang menjadi konsumen atas barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan apakah individu-individu, Iembaga-lembaga, organisasi-organisasi, dan sebagainya.
e.  Para Pesaing
Dalam usahanya melayani kelompok pasar pelanggan, perusahaan tidaklah sendiri. Usaha suatu perusahaan untuk membangun sebuah sistem pemasaran yang efisien guna melayani pasar gelati disaingi oleh perusahaan lain. Sistem pemasaran dan strategi yang diterapkan perusahaan dikelilingi dan dipengaruhi oleh sekelompok pesaing. Para pesaing ini perlu diidentifikasi dan dimonitor segala gerakan dan tindakannya didalam pasar.
f.   Masyarakat Umum
Sebuah perusahaan juga harus memperhatikan sejumlah besar lapisan masyarakat yang tentu saja besar atau kecil menaruh perhatian terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan, apakah mereka menerima atau menolak metode-metode dari perusahaan dalam menjalankan usahanya, karena kegiatan perusahaan pasti mempengaruhi minat kelompok lain, kelompok-kelompok inilah yang menjadi masyarakai umum. Masyarakat umum dapat memperlancar atau sebaliknya dapat sebagai penghambat kemampuan perusahaan untuk mencapai sasarannya.


B. Lingkungan Makro
Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro dalam perusahaan, yaitu:
a.    Lingkungan Demografis/Kependudukan
Lingkungan demografis/kependudukan menunjukkan keadaan dan permasalahan mengenai penduduk, seperti distribusi penduduk secara geografis, tingkat kepadatannya, kecenderungan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, distribusi usia, kelahiran, perkawinan, ras, suku bangsa dan struktur keagamaan. Ternyata hal diatas dapat mempengaruhi strategi pemasaran suatu perusahaan dalam memasarkan produknya karena publiklah yang membentuk suatu pasar
b.    Lingkungan Ekonomi.
Lingkungan ekonomi menunjukkan sistem ekonomi yang diterapkan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan ekonomi, penurunan dalam pertumbuhan pendapatan nyata, tekanan inflasi yang berkelanjutan, perubahan pada pola belanja konsumen, dan sebagainya yang berkenaan dengan perkonomian.
c.    Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik menunjukkan kelangkaan bahan mentah tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan, peningkatan biaya energi, peningkatan angka pencemaran, dan peningkatan angka campur tangan pemerintah dalam pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber daya alam
d.    Lingkungan Teknologi
Lingkungan teknologi rnenunjukkan peningkatan kecepatan pertumbuhan teknologi, kesempatan pembaharuan yang tak terbatas, biaya penelitian dan pengembangan, yang tinggi, perhatian yang lebih besar tertuju kepada penyempurnaan bagian kecil produk daripada penemuan yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang berkenaan dengan perubahan teknologi.
e.    Lingkungan sosial/budaya
Lingkungan ini menunjukkan keadaan suatu kelompok masyarakat mengenai aturan kehidupan, norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, pandangan masyarakat dan lain sebagainya yang merumuskan hubungan antar sesama dengan masyarakat lainnya serta lingkungan sekitarnya.


Bahasa Indonesia Keilmuan

- No comments
A. Definisi Bahasa Indonesia Keilmuan 

Di dalam penggunaan bahasa dalam bidang ilmu pengetahuan mempunyai sifat pemakaian yang sangat khas, spesifik, sehingga dapat dibilang bahwa bahasa dalam bidang ilmu pengetahuan mempunyai ragam bahasa tersendiri yang bisa dikatakan berbeda dengan ragam-ragam bahasa yang lain. Sifat-sifat tersebut ada yang umum sebagai bahasa ilmiah di keilmuan, dan ada yang bersifat khusus berhubungan dengan pemakaian kosakata, istilah, serta bentuk-bentuk gramatika. 
Keilmuan sifat bahasa ragam ilmiah yang bersifat umum berhubungan dengan fungsi bahasa sebagai alat untuk menyampaikan informasi ilmiah pada peristiwa komunikasi yang terjadi antara penulis dan pembaca. Informasi yang disampaikan tentu dengan bahasa yang jelas, benar, efektif, sesuai, bebas dari sifat samar-samar, dan tidak bersifat ambigu. Hal ini penting sekali diperhatikan oleh penulis agar informasi ilmiah yang didapat dapat disampaikan dan dipahami secara jelas, objektif, dan logis, sehingga dapat tercapai kesamaan pemahaman, persepsi, dan pandangan terhadap konsep-konsep keilmuan yang dimaksud oleh penulis dan pembaca. 
Seperti halnya bahasa lain pada umumnya, bahasa Indonesia dalam penulisan karya tulis ilmiah juga mempunyai karakteristik. Karakteristik bahasa Indonesia dalam konsep ini dibagi menjadi beberapa macam, bahasa Indonesia keilmuan meliputi : 
1. Bentukan Kata 
Bentukan kata yang harus digunakan adalah kata standar yang tunduk pada kaidah tata bahasa Indonesia yang berlaku. Menurut Arifin (2010: 33) menjelaskan bahwa ada dua cara pembentukan kata yaitu dari dalam dan dari luar bahasa indonesia. Dari dalam bahasa indonesia berbentuk kosakata baru dengan dasar kata yang sudah ada, sedangkan dari luar berbentuk kata baru melalui unsur serapan. 


Kata pungut atau serapan adalah kata yang diambil dari kata-kata asing. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan kita terhadap nama dan penamaan benda atau situasi tertentu yang belum dimiliki bahasa indonesia. 
Menurut Arifin (2010: 34) kata pungut itu ada yang dipungut tanpa diubah tetapi ada juga yang diubah. Kata-kata pungut yang sudah disesuaikan dengan bahasa indonesia disebut bentuk serapan. 

2. Bentukan kalimat 
Penulisan kalimat sangat penting untuk memperhatikan keefektifan kalimat tersebut. Keefektifan kalimat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi penulis dan pembaca. Dari sisi penulis, kalimat dapat dikatakan efektif jika mampu membawa gagasan yang ingin disampaikan penulis secara tepat dan akurat. Dan dari sisi pembaca, kalimat dikatakan efektif jika tafsiran pesan yang dibaca sama dengan apa yang dimaksudkan dengan penulis. 
Menurut Arifin (2010: 66) kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud tulisan tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik , tanda tanya, dan tanda seru. Jika dilihat dari dalam bahasa indonesia ada dua macam, yaitu 
a. kalimat-kalimat yang berpredikat kata kerja.  
b. Kalimat-kalimat yang berpredikat bukan kata kerja. 

3. Diksi Keilmuan 
Setiap kata memiliki makna tertentu untuk membuat gagasan yang ada dalam benak seseorang. Bahkan makna kata bisa saja “diubah” saat digunakan dalam kalimat yang berbeda. 
Menurut Sri Pamungkas (2012:71) Diksi keilmuan adalah pilihan kata yang dipergunakan dalam sebuah karya ilmiah hendaknya memenuhi kaidah bahasa indonesia yang disempurnakan. Teknis penyajian yang dimaksud adalah bagaimana seorang penulis memilih kata yang tepat memiliki makna denotasi, tidak membuat ambigu makna dan pola logis. 
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diksi berarti "pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan)”. Dari pernyataan itu dapat disimpulkan, bahwa diksi adalah pemilihan kata dan atau gaya ekspresi seseorang, artinya setiap orang memiliki pemilihan kata, cara dan gaya dalam menyapaikan kata yang mereka ucapkan, tentu saja hal ini dapat mempengaruhi tata bahasa orang tersebut, termasuk saat seseorang membuat tulisan pada blog. 

4. Paragraf Keilmuan 
Paragraf dalam penulisan karya ilmiah memiliki ciri hampir sama dengan paragraf pada umumnya, Yang membedakan adalah keketatan dalam pengembangan gagasan dan penyusunan kalimatnya. Gagasan dalam paragraf keilmuan dituntut pengembangannya secara utuh, dan lengkap. Paragraf keilmuan terbagi menjadi beberapa macam yaitu, Deskripsi, eksposisi, argumentasi, narasi, persuasi. 

a. Deskripsi adalah Karangan yang berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut. Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti: Menggambarkan atau melukiskan sesuatu. Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri. 

Pola pengembangan paragraf deskripsi: 
1. Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat. 
2. Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis. 
3. Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya. 

b. Eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. 


Ciri-ciri paragraf eksposisi: 
1. Memaparkan definisi (pengertian). 
2. Memaparkan langkah-langkah, metode, atau cara melaksanakan suatu kegiatan. 
Menurut Aceng (2005:31) ciri-ciri karangan eksposisi antara lain: 
1. Penjelasan bersifat informatif. 
2. Pembahasan masalahnya bersifat objektif. 
3. Penjelasannya disertakan dengan bukti-bukti yang konkret. 
4. Pembahasanya bersifat logis atau sesuai dengan penalaran. 

c. Argumentasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta (benar-benar terjadi). 
Menurut Widyamartaya (1992:9-10), Argumentasi bertujuan menyampaikan gagasan berupa data, bukti hasil penalaran, dan sebagainya dengan maksud untuk meyakinkan pembaca tentang kebenaran pendirian atau kesimpulan pengarang atau untuk memperoleh kesepakatan pembaca tentang maksud pengarang. Tema yang tepat untuk paragraf Argumentasi : Disiplin kunci sukses belajar.

Ciri-ciri karangan argumentasi: 
Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar atau grafik, dan lain-lain. Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian. Penutup berisi kesimpulan. 

d. Narasi adalah dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konflik. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis. Menurut Keraf (2000:136), ciri karangan narasi yaitu: Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan. Dirangkai dalam urutan waktu. 

Ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut: 
1. Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis. 
2. Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya. 
3. Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik. 
4. Memiliki nilai estetika. 
5. Menekankan susunan secara kronologis 

e. Persuasi adalah suatu bentuk karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Agar tujuannya dapat tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta yang ada dalam kehidupan nyata yang di alami manusia.
f. Ciri Kewacanaan 
Dalam hal ini kesatuan kalimat sangat perlu diperhatikan kesatuan kalimat. Untuk menjadikan suatu paragraf memiliki makna maka harus disusun kalimat yang salingberkaitan satu sama lain.






B. Ciri-ciri Ragam Bahasa Keilmuan

Pada saat kita berbahasa, baik lisan maupun tulis, kita selalu memperhatikan faktor-faktor yang menentukan bentuk-bentuk bahasa yang kita gunakan. Pada saat menulis, misalnya kita selalu memperhatikan siapa pembaca tulisan kita , apa yang kita tulis, apa tujuan tulisan itu, dan di media apa kita menulis. Hal yang perlu mendapat perhatian tersebut merupakan faktor penentu dalam berkomunikasi. Faktor-faktor penentu berkomunikasi meliputi : partisipan, topik, latar, tujuan, dan saluran (lisan atau tulis). Bahasa Indonesia Ilmiah adalah ragam Bahasa Indonesia yang digunakan untuk kegiatan ilmiah oleh kelompok masyarakat terpelajar. 
Kegiatan ilmiah biasanya bersifat resmi. Ragam Bahasa Indonesia yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ragam Bahasa Indonesia baku. Bahasa Indonesia ilmiah adalah ragam Bahasa Indonesia baku yang digunakan untuk kegiatan ilmiah oleh kelompok masyarakat terpelajar. 
Meski sama-sama baku, tetapi ada perbedaan dalam penggunaan Bahasa Indonesia baku untuk kegiatan kenegaraan dan untuk kegiatan ilmiah. Dalam kegiatan ilmiah, penggunaan Bahasa Indonesia yang baku harus sesuai dengan sifat keilmuan yang meliputi: benar, logis cermat dan sistematis. 
Menurut Alek (2011: 166) menjelaskan bahwa karangan ilmiah adalah karya tulis yang memaparkan pendapat, gagasan, tanggapan, atau hasil penelitian yang berhubungan dengan kegiatan keilmuan. 
Menurut Alek (2011: 169) pada dasarnya metode ilmiah menggunakan dua pendekatan yaitu: 
1. Pendekatan rasional yaitu berupaya merumuskan kebenaran berdasrkan kajian data yang diperoleh dari berbagai rujukan. 
2. Pendekatan empiris yaitu berupaya merumuskan kebenaran berdasrkan fakta yang diperoleh dari lapangan atau hasil percobaan dari laboratorium. 

Dari pemaparan diatas dapat dikatakan bahwa ilmu itu merupakan pengetahuan yang sistematis dan diperoleh melalui pendekatan rasional dan empiris. Pada hakikatnya karya tulis merupakan dokumen tentang segala temuan manusia yang diperoleh dengan metode ilmiah dan disajikan dengan bahasa yang khas serta ditulis menurut konfensi tertentu. Bahasa khas ilmiah adalah bahasa yang ringkas atau hemat, jelas, cermat, baku, lugas, denotatif, dan runtun. 
Menurut Nazar (2004:9) ciri ragam Bahasa Indonesia Ilmiah adalah sebagai berikut: 
1. Kaidah bahasa Indonesia yang digunakan harus benar sesuai dengan kaidah pada Bahasa Indonesia baku, baik kaidah tata ejaan maupun tata bahasa (pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf). 
2. Ide yang diungkapkan harus benar, sesuai dengan fakta yang dapat diterima akal sehat (logis). 
3. Ide yang diungkapkan harus tepat dan hanya mengandung satu makna. Hal ini tergantung pada ketepatan memilih kata dan penyusunan struktur kalimat. Jadi, kalimat yang digunakan efektif. 
4. Kata yang dipilih harus bernilai denotatif yaitu makna yang sebenarnya. 
5. Ide diungkapkan dalam kalimat harus padat dan benar. Oleh sebab itu, penggunaan kata dalam kalimat seperlunya, tetapi pemilihannya tepat. 
6. Pengungkapan ide dalam kalimat ataupun alinea harus lugas yaitu langsung menuju pada sasaran. 
7. Unsur ide dalam kalimat ataupun alinea diungkapkan secara runtun dan sistematis. 
8. Ide yang diungkapkan dalam kalimat harus jelas sehingga tidak menimbulkan salah tafsir.

Bahasa Indonesia keilmuan memiliki ciri-ciri yang digunakan untuk kegiatan Penggunaan Bahasa Ragam Ilmiah sebagai berikut: 
a. Objektif adalah kata-kata yang digunakan harus netral atau tidak memihak dan berorientasi pada gagasan atau objeknya. 
Perhatikan kata yang dicetak miring pada kalimat berikut! 
1. Kita tentu sering mendengar istilah tentang ilmu jiwa. 
2. Barangkali yang mula-mula terpikir oleh kita bahwa ilmu jiwa tentu membahas masalah ilmu jiwa.

Bandingkan dengan kalimat di bawah ini! 
1. Istilah ilmu jiwa sering terdengar atau didengar akhir-akhir ini.
2. Barangkali yang mula-mula terpikirkan ialah bahwa ilmu jiwa tentunya membahas masalah kejiwaan. 
Berdasarkan contoh tersebut ternyata bahwa dalam penggunaan Bahasa Indonesia keilmuan yang ditekankan adalah keobjektifan. Kata-kata yang digunakan netral atau tidak memihak dan berorientasi pada gagasan atau objeknya. Penggunaan kata yang bersifat subjektif, ekstrem atau mutlak, dan emosional dihindari. 

b. Ringkas dan Jelas adalah komunikasi keilmuan yang lugas dan langsung pada inti informasi. Komunikasi keilmuan harus langsung pada inti informasi dengan cara menggunakan unsur bahasa. 
Perhatikan kata yang dicetak miring pada kalimat berikut! 

Tidak diragukan lagi bahwa keterangan seperti itu masih samar dan tidak memberikan penjelasan apa-apa tentang topik itu karena tidak lebih dari mengulang kata-katanya saja. 

Bandingkan dengan kalimat di bawah ini! 

“Tidak diragukan lagi bahwa keterangan seperti itu masih samar.” 

Kata “masih samar” berarti tidak memberikan penjelasan. Oleh karena itu, penggunaan kelompok kata yang bercetak miring mubazir atau boros. Komunikasi keilmuan harus langsung pada inti informasi dengan cara menggunakan unsur bahasa, misalnya kata atau istilah yang memang diperlukan untuk memaparkan informasi keilmuan.
c. Cendekia adalah kecermatan dalam pemilihan kata. Penulis harus mampu memilih kata dengan cermat sehingga pernyataannya terbentuk dengan tepat, cermat, logis, dan abstrak. 

Perhatikan kata yang dicetak miring pada kalimat berikut! 

Suatu perencanaan apabila diikuti oleh pengendalian yang teratur dapat mengha-silkan penghematan-penghematan di dalam perusahaan yang sekaligus akan memperkuat kemampuan perusahaan dan memberi saran-sarankepada mana-jemen.
Bandingkan dengan kalimat di bawah ini!
“Suatu perencanaan dan pengendalian yang teratur dapat menghasilkan berbagai penghematan, memperkuat daya saing perusahaan, dan memberikan masukan kepada sistem menajemen atau saran-saran rekomendasi kepada pihak manajer atau pengelola.”
Kalimat pertama menyatakan 3 gagasan, yaitu perencanaan yang diikuti pengendalian dapat menghasilkan penghematan, memperkuat kemampuan, dan memberikan saran kepada manajemen. Yang membingungkan pemahaman ialah benarkah perencanaan yang diikuti pengendalian dapat memberikan saran-saran kepada manajemen? Terdapat kerancuan pemahaman antara manajemen, sistem manajemen, dan manajer atau dengan kata lain pengelolaan, sistem pengelolaan, dan pengelola. Saran-saran atau rekomendasi seharusnya ditujukan kepada personal atau orang, sedangkan masukan atau in-put ditujukan pada lembaga atau sistem. 

Pada kalimat kedua, penulis lebih cermat dalam memilih kata. Kecermatan atau ketelitian dalam memilih kata, frasa, kalimat dan sebagainya merupakan cirri kecendekiaan. Dengan kecendekiaan, penulis dapat membentuk pernyataannya dengan tepat, cermat, logis, dan abstrak. 

d. Formal adalah bahasa Indonesia yang digunakan untuk kegiatan keilmuan harus bersifat formal. 
Perhatikan kata yang dicetak miring pada kalimat berikut! 

Dalam penelitian ini akan mencoba melihat sejauh mana hal-hal yang dikemukakan di atas berkembang dalam lingkungan perusahaan secara efektif. 

Kalimat di atas fungsi subjek dan keterangan tidak jelas. Jika penelitian ini berfungsi subjek maka tidak perlu diberi pengantar kata depan dalam dan sejenisnya. Jika kata dalam penelitian ini berfungsi sebagai keterangan diikuti bentuk verba pasif di- .untuk memenuhi ciri formal, kalimat tersebut perlu diubah sebagai berikut. 

1. … penelitian ini akan mencoba … (fungsi subjek), atau 
2.… dalam penelitian ini akan dicoba … (fungsi keterangan). 
e. Konsisten atau Taat Asas adalah penggunaan unsur bahasa dalam karya keilmuan digunakan secara konsisten. Unsur kebahasaan yang dimaksud adalah kosa kata atau istilah, bentukan kata, dan penggunaan singkatan. Dalam karya keilmuan jika sebuah istilah atau kata digunakan maka selanjutnya istilah atau kata tersebut digunakan secara konsisten.
Perhatikan kata yang dicetak miring pada kalimat berikut ! 
1. Mula-mula yang dilakukan peneliti adalah menghimpun data lapangan,mengolahnya, dan memberikan penafsiran. 
2. Kumpulan data lapangan, hasil analisis, dan interpretasi adalah bagian yang sangat penting dalam penelitian keilmuan. 

Kata menghimpun, mengolah, penafsiran, menjadi kumpulan, analisis, dan interpretasi kalimat yang digunakan secara tidak konsisten. 

Bandingkan dengan kalimat di bawah ini! 
1. Mula-mula yang dilakukan peneliti adalah mengumpulkan data lapangan, menganalisisnya, dan memberikan interpretasi. 
2. Kumpulan data lapangan, hasil analisis, dan interpretasi adalah bagian yang sangat penting dalam penelitian keilmuan. 

Kalimat di atas penggunaan kata mengumpulkan, menganalisis, dan interpretasi menjadi kumpulan, analisis, dan interpretasi kalimat yang digunakan dengan konsisten.


C. Jenis Karangan Ilmiah 
Menurut (Chaer, 2011: 185-187) Karangan Ilmiah dapat dibedakan menjadi karangan ilmiah karya tulis , makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan laporan hasil penelitian. 

1. Karya tulis adalah karangan ilmiah yang lazim diberika kepada siswa sekolah menengah mengenai salah satu aspek satu mata pelajaran. Didalamnya terdapat komponen masalaha, tujan penulisan, pembahasan, dan kesimpulan, biasanya halamannya kurang lebih 10 halaman 
2. Makalah adalah karangan ilmiah yang ditulis untuk disajikan dalam satu seminar. Tebalnya biasanya 15-20 halaman dan diketik spasi 1,5 pada kertas ukuran A4, termasuk abstrak dan daftar pustaka. Makalah disusun berdasarkan hasil penelitian lapangan maupun penelitian pustaka. 

3. Skripsi adalah karangan ilmiah berupa tugas akhir pada pendidikan strata satu (S1). Masalah yang diajukan berkenaan dengan salah satu aspek yang menjadi subtansi bidang keilmuan yang ditekuni. 
4. Tesis adalah karangan ilmiah sebagai tugas akhir dalam pendidikan Strata dua. Isinya merupakan pendalaman dari salah satu aspek atau segi program segi yang diikuti. 
5. Disertasi adalah karangan ilmiah sebgai tugas akhir dalam pendidikan Strata 3 isinya merupakan tinjauan filosofis terhadap satu aspek atau segi dari bidang ilmu yang diteliti. 
6. Laporan hasil penelitian adalah laporan yang dibuat setelah suatu penelitian dilakukan. Laporan ini juga berisi komponen masalah, metode penelitian, objek penelitian, intrumen penelitian, hasil yang dicapai. 
Penggunaan unsur bahasa dalam karya keilmuan digunakan secara konsisten. Unsur kebahasaan yang dimaksud adalah kosakata atau istilah, bentukan kata, dan penggunaan singkatan. Hal itu berbeda dengan diksi dalam karya non keilmuan yang lebih menekankan pada kevariasian penggunaan kata. Dalam karya keilmuan jika sebuah istilah atau kata digunakan maka selanjutnya istilah atau kata tersebut digunakan secara konsisten.











DAFTAR PUSTAKA
Aceng. Hasani. 2005. Ikhwal Menulis. Serang: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Press. 
Alek. Achmad. 2011. Bahasa Indonesia untuk perguran tinggi. Jakarta: Kencana prenada media group. 
Arifin, Zaenal. Tasai, Amran. 2010. Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo. 
Chaer. Abdul. 2011. Ragam Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka cipta. 
Keraf. Goriys. 2004. Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: Gramedia. 
Nazar, Noerzisri. 2004. Bahasa Indonesia dalam Karangan Ilmiah. Bandung: Huma-niora 
Pamungkas. Sri. 2012. Bahasa Indonesia Dalam Berbagai Perspektif. Yogyakarta: Andi Offset. 
Semi, M. Atar. 2003. Menulis Efektif. Padang: Angkasa Raya. 
Widyamartaya, A. 1992. Seni Menuangkan Gagasan. Cetakan Kedua. Yogyakarta: Karnisius.

Pengaruh Globalisasi terhadap Budaya

- No comments

Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.

Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.
Gaung globalisasi, yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan, dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran.

Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami nusantara (sebelum Indonesia terbentuk) telah mengalami proses dipengaruhi dan mempengaruhi. Kemampuan berubah merupakan sifat yang penting dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa berubah. Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung begitu cepat. Hanya dalam jangka waktu satu generasi banyak negara-negara berkembang telah berusaha melaksanakan perubahan kebudayaan, padahal di negara-negara maju perubahan demikian berlangsung selama beberapa generasi.

Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri. Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas. Di Kuningan (Jawa Barat) misalnya, duapuluh tahun yang lalu, anak-anak remajanya masih banyak yang berminat untuk belajar tari jaipong dan degung (alat musik sunda). Hampir setiap minggu dan dalam acara ritual kehidupan, remaja di sana selalu diundang pentas sebagai hiburan budaya yang meriah. Saat ini, ketika teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan Taman Mini Indonesi Indah (TMII). Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). Sudah lazim di Indonesia untuk menyebut orang kedua tunggal dengan Bapak, Ibu, Pak, Bu, Saudara, Anda dibandingkan dengan kau atau kamu sebagai pertimbangan nilai rasa.

Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.

Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal. Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negranya.

Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleg negara lain.Berikut beberapa hal yang dapat kita simak dalam rangka melestarikan budaya.

1.       Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai ke aset yang tldak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain. Budaya lokal yang dimitiki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Semua itu dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa dimata Internasional.

2.       Kekhasan budaya Indonesia
Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal ini sering kali menatik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya turis asing yang mencoba mempelajari budaya Indonesia seperti beiajar tarian khas suat daerah atau mencari batang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia menuliki cirri khas yang unik.

3.       Kebudayaan lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa
Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Inc~nesia. Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kokoh.

Download Logo Hari Santri 2019

- No comments


Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini, ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta.

Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri untuk menjaga keutuhan NKRI. Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan. Sekutu ini maksudnya adalah Inggris sebagai pemenang Perang Dunia II untuk mengambil alih tanah jajahan Jepang. Di belakang tentaran Inggris, rupanya ada pasukan Belanda yang ikut membonceng.

Setiap tahun hari santri memiliki ciri khas dalam hal logo. Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) sebagai penyelenggara Sayembara Logo Hari Santri 2019 menjelaskan bahwa logo Hari Santri 2019 terbentuk dari kata “santri” yang ditulis aksara Arab. Kata “santri” membentuk sebuah logo yang menggambarkan kobaran api. Kobaran api pada logo karya Muhammad Ainun Na’im (@mas_naim) menunjukkan semangat menyala kalangan santri dalam mengamalkan fatwa Resolusi Jihad NU dan semangat mereka dalam memelihara keutuhan NKRI demi mewujudkan Indonesia makmur dan sejahtera. “Logo terdiri atas komposisi sejumlah warna. Gradasi warna biru dan hijau merupakan citra kesuburan dan kemakmuran Indonesia dengan kekayaan alam baik di laut maupun di darat,” kata salah satu dewan juri Sayembara Logo Hari Santri 2019, M Alfu Niam, mengutip ulang gagasan pembuat logo, kepada NU Online, Rabu (18/9). Adapun warna emas, lanjutnya, yang menjadi titik pada logo itu menyiratkan santri sebagai generasi emas bangsa Indonesia dan penjaga tradisi keislaman dan keindonesiaan. “Warna emas dalam logo berjumlah lima titik yang menandai lima rukun Islam sebagai simbol keislaman dan menandai lima sila dasar negara sebagai simbol keindonesiaan,” jelasnya.
Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/111140/ini-penjelasan-logo-hari-santri-2019